Blog tentang wisata dan travel writing dari seorang pengelana dan penulis non-fiksi.
Friday, July 19, 2013
[7wonders] Desa Adat Sade Rembitan dan Konservasi Budaya Suku Sasak
Tuesday, July 16, 2013
Travel Feature: Sarana Asyik Berbagi Keindahan Nusantara
| Pantai Malimbu, Lombok |
Saya yakin, semua orang sepakat dengan saya bahwa Indonesia ini sangat indah. Begitu indahnya, sampai rasanya tak ada habisnya walaupun kita selalu menceritakannya bahkan dengan berulang-ulang. Karena begitu luasnya wilayah Indonesia, belum tentu kita bisa menikmati seluruh keindahan nusantara dari Sabang sampai Merauke. Salah satu cara untuk "menikmati" keindahan nusantara ini yakni melalui travel feature, atau artikel perjalanan.
Travel Feature merupakan salah satu bentuk tulisan genre Travel Writing, yang mengulas mengenai sebuah tempat atau perjalanan. Travel Feature banyak diasosiasikan dengan kegiatan wisata, karena artikel-artikelnya biasanya ditulis untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai sebuah objek wisata atau destinasi, tips dan saran dalam mengunjungi objek wisata atau destinasi tersebut,
Pada dasarnya, travel feature adalah sebuah karya jurnalistik yang merupakan perpaduan jurnal perjalanan, emosi dan opini penulis, serta informasi teknis tentang lokasi atau kegiatan wisata yang dikunjungi. Travel feature ditulis dari sudut pandang orang pertama, dalam artian penulis melakukan sendiri perjalanan dan wisata yang diulas dalam artikel tersebut. Karena mengandung emosi dan opini penulis, kisah perjalanan yang dimuat dalam travel feature seharusnya bisa lebih hidup dan kaya informasi.
Apa saja topik yang bisa ditulis dalam travel feature? Banyak sekali, sama banyaknya dengan jenis perjalanan atau wisata yang bisa dilakukan. Termasuk di antaranya adalah wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, wisata petualangan, wisata belanja, wisata sejarah, wisata kriya, wisata arsitektur, dan lain sebagainya. Bahkan untuk satu destinasi perjalanan, Anda bisa menulis lebih dari satu feature dengan aspek yang berbeda, misalnya ketika Anda pergi ke Imogiri, Anda tidak hanya bisa menceritakan mengenai pemakaman Sultan serta kerabat keraton Yogyakarta dan Surakarta sekaligus berbagai tradisi yang dilakukan di sana, tetapi Anda juga bisa menuliskan feature tentang wedhang uwuh, minuman khas Imogiri yang banyak dijual di sekitar pemakaman.
Untuk membuat sebuah travel feature yang menarik, Anda tidak harus menulis tentang destinasi wisata yang terkenal, atau yang sulit dijangkau, atau petualangan yang menaikkan adrenalin. Mulailah dengan destinasi yang terdekat di rumah Anda, misalnya tentang perjalanan "blusukan" di pasar tradisional, atau tentang jajanan khas yang tidak ada di tempat lain. Namun demikian, jangan takut menuliskan destinasi yang pernah ditulis orang lain. Setiap perjalanan sifatnya personal, dan Anda akan selalu bisa menemukan hal-hal menarik lainnya yang belum pernah dituliskan sebelumnya.
Salah satu ciri travel feature yang baik adalah penulis menceritakan hal-hal yang dirasakan oleh panca inderanya, sehingga pembaca dapat merasakan seolah-olah sedang berada di lokasi yang diulas, dan dapat merasakan sendiri apa yang dirasakan oleh penulisnya. Untuk menghasilkan travel feature yang menarik, berikut ini beberapa hal yang harus dipersiapkan:
• Lakukan riset untuk mencari data dan fakta sebanyak mungkin tentang objek wisata yang akan ditulis. Riset bisa dilakukan dari buku panduan atau internet. Data yang dicari di antaranya adalah keunikan objek wisata, kondisi geografis, adat istiadat di lokasi wisata, moda transportasi menuju ke sana, akomodasi yang tersedia, dana yang dibutuhkan, dan jadwal event khusus pada jadwal kunjungan Anda.
• Buat outline sebagai panduan Anda dalam mencari data selama berwisata. Outline akan membantu Anda lebih fokus pada topik tertentu di lokasi wisata yang akan diliput.
• Susun itinerary perjalanan untuk mengetahui waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk menuju ke sebuah destinasi, serta berapa waktu yang tersedia untuk meliput di destinasi tersebut. Hal ini akan membantu agar jadwal perjalanan menjadi lebih efektif, dan biaya perjalanan menjadi lebih efisien.
Selama berada di destinasi perjalanan, seorang travel writer wajib menikmati setiap momen dan proses dalam perjalanan. Pergunakan seluruh panca indera Anda untuk mengetahui semua "rasa", baik dari segi penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecap, dan yang tak kalah penting adalah perasaan yang membentuk emosi dan opini.
Catat setiap hal yang Anda alami dan rasakan dalam jurnal perjalanan. Catatan ini merupakan sumber informasi pertama Anda dalam menulis artikel. Gali sebanyak mungkin informasi di objek wisata, baik dari brosur yang tersedia maupun dari orang-orang yang Anda temui selama berwisata.
Jangan lupa membuat foto sebanyak mungkin, sehingga Anda memiliki dokumentasi yang lengkap serta foto yang menawan untuk mendukung travel feature yang akan ditulis. Foto juga bermanfaat untuk memicu kembali perasaan yang pernah Anda rasakan selama di destinasi, jika Anda tiba-tiba mengalami writers’ block saat sedang menulis feature.
Setelah Anda selesai melakukan perjalanan, sangat disarankan untuk segera menuliskan travel feature, agar perasaan, pendapat, kesan dan emosi yang dirasakan masih dingat dengan jelas. Deskripsikan bagaimana pengalaman, perasaan dan opini Anda selama di destinasi tersebut, dan tambahkan dialog dengan orang-orang yang Anda temui agar artikel menjadi lebih hidup.
Tambahkan keterangan deskriptif mengenai destinasi sebagai informasi tambahan sekaligus untuk memperkaya tulisan. Setelah selesai ditulis, baca kembali tulisan Anda, lakukan penyuntingan, dan setelah Anda puas, Anda bisa menerbitkannya di blog, atau mengirimkannya ke media cetak untuk dimuat.
Keterangan : Artikel asli dimuat di Republika Online..
Thursday, July 11, 2013
Obyek Wisata Sejarah dan Budaya di Medan
Wednesday, April 10, 2013
Travel Writing is Easy!
Berwisata saat ini merupakan kegiatan yang digemari, yang biasanya bertujuan untuk melepas stress dan kejenuhan. Dengan semakin banyak kegiatan wisata yang dilakukan, maka akan semakin banyak kisah perjalanan dan foto-foto yang bisa dituangkan dalam bentuk artikel wisata.
Artikel wisata adalah tulisan jurnalistik berbentuk feature yang merupakan perpaduan jurnal, pendapat penulis, serta informasi lokasi atau kegiatan wisata yang dikunjungi. Sebuah artikel wisata biasanya ditulis dari sudut pandang orang pertama, dalam artian penulis melakukan sendiri perjalanan dan wisata yang dikisahkan dalam tulisan tersebut. Topik yang bisa ditulis dalam sebuah artikel wisata sama banyaknya dengan jenis wisata yang bisa dilakukan, misalnya wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, wisata petualangan, wisata belanja, wisata sejarah, wisata kriya, hotel dan akomodasi, arsitektur antik, dan masih banyak lagi. Anda bisa menulis lebih dari satu feature untuk satu lokasi wisata, dengan meliput aspek-aspek atau obyek yang berbeda untuk masing-masing feature.
Untuk membuat sebuah artikel wisata yang menarik, anda tidak harus menulis tentang obyek wisata terkenal, tentang obyek wisata yang sulit dijangkau, atau tentang wisata petualangan yang seru namun membutuhkan ketahanan fisik yang prima. Anda bisa memulai dengan menulis obyek wisata yang terdekat dengan rumah anda, misalnya tentang suasana alun-alun di kota tempat kita tinggal, atau tentang berburu kuliner khas di kota Anda. Namun jangan takut untuk menulis tentang obyek wisata yang sudah pernah ditulis sebelumnya, karena anda selalu bisa menemukan hal-hal menarik lainnya yang belum pernah diliput.
Sebuah artikel wisata yang baik bukan sekedar tulisan pengalaman saat berwisata. Ciri dari artikel wisata yang baik adalah penulis menceritakan hal-hal yang dirasakan oleh panca inderanya, membuat seolah-olah pembacanya sedang berada di lokasi yang ditulis dan dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya. Untuk dapat membuat artikel wisata yang baik, perlu persiapan yang matang sebagai berikut :
- Lakukan riset untuk mencari data dan fakta sebanyak mungkin tentang obyek wisata yang akan ditulis, termasuk diantaranya adalah keunikan obyek wisata, kondisi geografis, adat istiadat di lokasi wisata, moda transportasi menuju ke sana, akomodasi yang tersedia, dana yang dibutuhkan, dan jadwal event khusus yang mungkin bisa diulas.
- Buat outline atau kerangka penulisan, sebagai panduan anda dalam mencari data selama berwisata. Outline akan membantu anda lebih fokus pada topik tertentu di lokasi wisata yang akan diliput.
- Susun itinerary perjalanan untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke lokasi serta berapa waktu yang tersedia untuk meliput di lokasi. Hal ini akan sangat membantu ketika dalam satu perjalanan anda bisa mengunjungi lebih dari satu obyek wisata, sehingga jadwal perjalanan menjadi lebih efektif.
Selama berwisata, hal yang wajib dilakukan oleh seorang travel writer adalah menikmati setiap momen dan proses dalam perjalanan. Apa yang anda alami dan rasakan dalam setiap momen sebaiknya segera dicatat dalam jurnal perjalanan. Catatan ini penting sebagai sumber informasi anda dalam menulis artikel. Gali sebanyak mungkin informasi di obyek wisata, baik dari brosur yang tersedia maupun dari orang-orang yang anda temui selama berwisata. Jangan lupa membuat foto-foto wisata sebanyak mungkin, sehingga anda memiliki dokumentasi yang lengkap serta foto yang menawan untuk mendukung artikel wisata yang akan ditulis.
Setelah selesai perjalanan, usahakan untuk sesegera mungkin menulis artikel wisata, agar perasaan, pendapat, kesan dan emosi yang dirasakan selama di tempat wisata masih dingat dengan jelas. Agar artikel wisata lebih hidup dan mengesankan, di dalam artikel yang ditulis anda bisa melibatkan penulis dan tokoh-tokoh lain yang ditemui selama berwisata, misalnya rekan seperjalanan, pemandu wisata, penduduk di sekitar lokasi. Sedangkan keterangan deskriptif mengenai obyek wisata merupakan
informasi tambahan kepada pembaca, sekaligus untuk memperkaya tulisan.
Sama seperti feature pada umumnya, artikel wisata memiliki susunan sebagai berikut :
- Teras Feature (Lead). Teras feature adalah kalimat pembuka dan merupakan bagian paling penting dari artikel wisata, karena berfungsi untuk menarik perhatian pembaca. Teras feature bisa berupa pernyataan, narasi, deskripsi, ringkasan, ungkapan, dialog, pertanyaan, atau sesuatu yang sensasional.
- Badan Tulisan. Badan tulisan ditulis sesuai arahan pada teras. Di sinilah isi artikel wisata berupa cerita perjalanan, deskripsi mengenai obyek wisata dan orang-orang yang ditemui, serta informasi lainnya.
- Penutup. Penutup bisa berupa ringkasan yang mengacu kembali pada teras, bisa berupa klimaks, bisa berupa pertanyaan retoris, atau pernyataan yang menggugah pembaca.
Artikel wisata sebaiknya diberi judul yang orisinil, kreatif, serta menarik, agar pembaca tergugah dan tergerak untuk membaca. Sertakan catcher atau semacam ringkasan dalam 1-2 kalimat, agar pembaca mendapat gambaran mengenai isi artikel dan tertarik untuk membacanya lebih lanjut.
Karena sifatnya berupa feature, artikel wisata dapat dibuat seperti sebuah karya sastra, walaupun disampaikan secara deskriptif dan obyektif. Bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa sehari-hari, dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Gaya penulisan artikelnya bisa berbeda-beda. Gaya penulisan sangat dipengaruhi oleh ciri khas masing-masing penulis, namun tetap memperhatikan gaya penulisan media yang menjadi sasaran tempat penulis akan mengirimkan artikelnya. Sebagai contoh, artikel wisata untuk majalah travelling tentu akan ditulis dengan gaya yang berbeda dengan artikel wisata untuk majalah remaja putri. Jika anda merasa belum menemukan gaya penulisan yang menjadi ciri khas anda, anda bisa terlebih dulu meniru gaya penulisan para travel writer yang sudah menerbitkan artikelnya di berbagai media, sambil terus mengembangkan gaya penulisan anda sendiri.
Untuk mengikuti kelanjutan pembahasan mengenai artikel wisata dan foto pendukungnya, buku “Travel Writing 101” akan membantu Anda menjelajah dunia travel writing dan travel photography. Segera dapatkan buku ini di toko buku terdekat, atau dengan menghubungi kami di 081410822982 (WhatsApp/SMS only) atau e-mail : arini_che@yahoo.com.
Keterangan : artikel asli dipublikasikan di IIDN.org
Thursday, March 7, 2013
Travel Writing 101 - Kupas Tuntas Cara Mudah Membuat Artikel dan Foto Perjalanan
Buku “Travel Writing 101” ini berawal dari ide bahwa semakin banyak orang yang menulis tentang perjalanan wisata serta membuat foto-foto perjalanan, namun belum banyak buku panduan penulisan artikel perjalanan dan foto pelengkapnya yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Buku ini dapat dipergunakan sebagai panduan bagaimana menjadi seorang travel writer dan travel photographer.
Berawal dari hobi travelling, menulis, dan membuat foto dokumentasi perjalanannya, Arin memadukan ketiga hal tersebut dan memulai penjelajahan dalam bidang travel writing dan travel photography. Beberapa artikel yang pernah ditulisnya terpilih menjadi pemenang dalam event Adira Best 100 Faces of Indonesia 2011. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail arini.tathagati@gmail.com atau Twitter @tathagati.

