Anda mungkin sering mendengar cerita pertempuran antara pasukan Mataram Islam yang dikirim Sultan Agung untuk berperan melawan VOC di Batavia yang berakhir dengan kekalahan pasukan Mataram karena dilempari tinja oleh pasukan VOC. Tapi pernahkah Anda mencari tahu, di mana persisnya lokasi pertempuran dengan amunisi aneh tersebut?
Di tanggal 11 Agustus 2024 yang lalu, Sahabat Museum melakukan Plesiran Tempo Doeloe bertajuk Koetika Kompeni Terpodjok, dengan mengunjungi bekas lokasi Fort Hollandia, sebuah bastion yang berada di ujung terluar tembok kota Batavia, yang menjadi lokasi pertempuran antara pasukan Mataram dan pasukan VOC tersebut. Namun sebelum tiba di bekas lokasi Fort Hollandia, sejenak kita akan kilas balik perjalanan pasukan Mataram menuju Batavia di tahun 1628, di bawah pimpinan Ki Mandurareja. Perjalanan dari keraton Mataram di Kerto menuju Batavia memakan waktu selama 3 bulan, melalui Kulon Progo-Prembun-Pekalongan-Tegal-Cirebon-Sumedang- Cianjur-Pakuan (Bogor), untuk kemudian naik rakit menyusuri Ciliwung menuju Batavia. Tak hanya pasukan berjalan kaki, Sultan Agung juga mengirim pasukan pendahuluan melalui laut yang dipimpin Tumenggung Bahureksa.
Di bulan Agustus 1628, pasukan Mataram telah mengepung Kota Batavia selama sebulan penuh. Pada malam tanggal 21 September 1628, para prajurit Mataram berusaha mendekati Fort Hollandia (atau lebih tepatnya Redoute Hollandia) yang merupakan pertahanan terakhir VOC. Mereka berusaha memanjat kubu atau menghancurkan tembok, serta menembaki kubu dengan bedil laras panjang. Di dalam kubu, Sersan Hans Madelijn beserta 24 serdadunya mencoba bertahan. Pihak VOC sempat kewalahan, hingga mereka kehabisan amunisi. Madelijn memiliki gagasan sinting. Ia meminta anak buahnya membawa sekeranjang penuh tinja. Dengan putus asa, pasukan VOC melemparkan kantong berisi tinja ke tubuh-tubuh prajurit Mataram yang merayapi dinding kubu Hollandia. Sekejap pasukan Mataram lari tunggang-langgang karena terkena peluru tinja tersebut. Hari berikutnya, pasukan Mataram mundur, dan serangan pun gagal. Inilah yang menjadi sumber nama “Kota Tahi”, julukan pasukan Mataram untuk kubu Hollandia.
Kisah pertempuran tersebut tercatat dalam beberapa sumber. Di antaranya adalah laporan Gubernur Jendral Jan Pieterzoon Coen pada Dewan Hindia per 3 November 1628, Namun dalam laporan tersebut, Coen tidak menyebutkan adanya amunisi unik yang digunakan untuk menghalau pasukan Mataram. Kisah tersebut tertulis dalam sebuah buku berjudul Die Gesantschaft der Ost-Indischen Geselschaft in den Vereinigten Niederlaendern an Tartarischen Cham (terbit tahun 1669), serta dalam Babad Tanah Jawi. Di abad berikutnya, kisah ini juga tertulis dalam buku History of Java Volume II karya Thomas Stamford Raffles, serta dalam buku Nieuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek, yang terbit pada 1911.
![]() |
Rombongan Batmus di Situs Bekas Kubu Hollandia |
Lalu, di mana lokasi sesungguhnya kubu Redoute Hollandia? Napak tilas dalam Pelesiran Tempo Doeloe kali ini membawa kami menelusuri Jl. Pinangsia Timur hingga ke ujung, blusukan di antara kompleks ruko dan pemukiman padat. Di ujung timur Jl. Pinangsia Timur, dibatasi oleh aliran Sungai Ciliwung, terdapat tapak bekas kubu Hollandia. Jika dibandingkan dengan peta lama dari jaman VOC, aliran Sungai Ciliwung yang pernah membatasi kubu Hollandia masih memiliki alur dan pola yang sama dengan yang kami lihat saat ini.
Lalu, seperti apakah rupa bangunan kubu Hollandia tatkala Mataram menyerbu Batavia pada 1628? Bang Ade Purnama sebagai penggerak Sahabat Museum menunjukkan gambar bahwa terdapat 2 rujukan yang memberikan gambaran berbeda. Dalam sebuah sumber tertulis, terdapat informasi bahwa kubu tersebut berbentuk Menara dengan pagar deretan kayu berujung runcing. Rujukan lain dari peta karya Frans Florisz. van Berckenrode berangka tahun 1627) menunjukkan bahwa pertahanan di timur kota itu berupa dinding batu yang melintang dari selatan hingga ke utara. Di masa Gubernur Jendral Johan Camphuijs, kubu tersebut pernah dimasukkan dalam daftar monumen bersejarah. Namun disayangkan, bangunan tersebut menghilang di tahun 1766.
![]() |
Posisi Situs Bekas Kubu Hollandia dari arah Jembatan Manggis |
Setelah mendapatkan banyak cerita tentang pertempuran prajurit Mataram dan serdadu VOC di titik yang merupakan bekas tapak kubu Hollandia, kami berjalan kaki menyeberangi Sungai Ciliwung, memasuki Jl. Manggis 1, menuju Jembatan Manggis. Dari arah Jembatan Manggis, terlihat lebih jelas bekas lokasi kubu Hollandia dari arah Sungai Ciliwung. Bisa dibayangkan, kurang lebih demikianlah sudut pandang pasukan Mataram saat mendekati kubu Hollandia untuk melakukan penyerbuan. Dan hari ini, tempat yang pernah menjadi saksi sejarah pertempuran legendaris antara Mataram dan VOC tersebut hanya menyisakan keheningan tanpa jejak.